Reporter: Rilis/Adv | Editor: ridwanshaleh
TitikKataPariwara - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, mengatakan, sebagai kota termuda di Provinsi Banten, Tangerang Selatan, harus memiliki salah satu kekhasan di bidang kuliner yang paling digemari dan dikenal luas oleh masyarakat, bisa sekaligus menjadi ikon kota ini.
Hal tersebut disampaikan Benyamin Davnie, saat membuka perlombaan masak Pecak Nila yang merupakan rangkaian kegiatan dalam Elctrifying Lifestyle Vaganza Pemerintah Kota Tangerang Selatan, di Gerai Lengkong pada Selasa (5/3/2024) lalu.
"Jadi sebagai daerah otonom baru kita belum punya sebuah ikon yang dikenal luas oleh publik, pecak adalah salah satunya yang sedang kita galakkan, dan kebetulan digemari oleh lapisan masyarakat," ucapnya.
Menariknya dalam kegiatan ini, Pemkot Tangsel juga berkolaborasi bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mensosialisasikan penggunaan energi listrik. Sehingga alat masak yang digunakan juga memanfaatkan energi tersebut.
"Kami juga bermitra bersama PLN dalam kegiatan ini yang sedang mensosialisasikan sebanyak mungkin penggunaan energi listrik, pada waktu yang bersamaan mengurangi energi fosil karena semakin langka dan harganya semakin mahal. Dan ini kita gunakan dalam perlombaan masak pecak ini," ucapnya.
Lebih lanjut, selain pecak kata Benyamin ada pula sayur besan yang harus terus dikenalkan ke masyarakat.
"Jadi orang Betawi itu kalo besanan, negebesan itu banyak bawaannya dan salah satunya sayur besan," ujarnya.
Benyamin kemudian menjelaskan, mengapa lomba masakan khas ini digelar. Diirinya beralasan, bahwa pada setiap Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengadakan acara maupun kunjungan, dan bertemu dengan perwakilan daerah lain, ada kuliner khas yang dapat diperkenalkan kepada para tamu pemerintahan yang bertandang ke Tangerang Selatan.
"Selain itu kenapa harus dilombakan, saya ingin bercita-cita, suatu saat saya maupun yang lain akan memberikan oleh-oleh pecak ini ke Kalimantan biar dia naik pesawat. Tetapi karena tidak boleh bawa cairan, dengan pendekatan teknologi, pecak ini kita bikin kering, bikin bubuk gitu," ucapnya.
Apalagi bumbu pecak ini bisa masuk ke berbagai makanan selain ikan.
"Bumbu pecak itu karena hari ini yang dilombakan ikan nila, maka saya berharap ke yang lain juga bisa. Ayam bisa dipecak, begitu juga dengan tempe dan tahu bisa juga dipecak, termasuk oncom, juga bisa dipecak," jelasnya.
Selain itu, kata Benyamin bisnis kuliner di Tangsel sangatlah tinggi. Mulai dari daya belinya hingga pertumbuhan bisnisnya itu sendiri.
"Bisnis kuliner di Tangsel itu menempati urutan tertinggi dari sisi Pendapatan Asli Daerah, keterlibatan masyarakat. Bisnis kuliner ini merupakan bisnis yang tidak bisa berhenti, dan alhamdulillahnya, Tangsel ini lokasinya yang terletak di antara perlintasan mobilitas orang dari 3 provinsi, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat menjadikan posisi Tangsel sangat luar biasa," tandasnya.
Untuk diketahui, selain pecak, beberapa kuliner berikut, seperti Dodol Cilenggang, Emping Menes, Kue Apem, Kue Jorong, Sagon Bakar, Kacang Sangrai, Sirup Rosella, dan Tahu Serpong ternyata juga cukup terkenal di mata para pecinta kuliner khas di Tangsel. (Advetorial)
Tonton Berita Menarik Lainnya Di Sini