

Reporter: Rilis/Adv | Editor: ridwanshaleh
TitikKataPariwara - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah menetapkan seni bela diri pencak silat sebagai muatan lokal dalam pembelajaran di sekolah dasar yang ada di kota ini.
Muatan lokal (mulok) sendiri merupakan mata pelajaran yang mengembangkan kompetensi daerahnya atau ciri khas daerah, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan kompetensi yang ada tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Bambang Noertjahjo saat menghadiri seminar pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di Saint John's Catholic School, Serpong, Kamis (2/5/2024) pekan lalu.
"Hari ini kota Tangerang Selatan akan launching buku muatan lokal Kota Tangerang Selatan yaitu pencak silat," ungkap Bambang dalam sambutannya pada acara tersebut.
Menurut Bambang, dipilihnya pencak silat sebagai mulok di Tangsel, karena mengacu pada Pergub No.12 Tahun 2018, mulok (pencak silat.red) ini, merupakan salah satu warisan budaya yang dimiliki oleh provinsi Banten.
"Kita ada (di wilayah) provinsi Banten, yang terkenal sebagai tanah jawara yang kental tentunya dengan tradisi pencak silatnya sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang dimiliki oleh Banten" terangnya.
Selain itu, seni bela diri pencak silat juga dipandang sebagai salah satu seni bela diri yang memiliki nilai luhur dalam pembentukan karakter peserta didik.
"Pencak silat pada mulanya merupakan jenis olahraga beladiri yang banyak digunakan untuk meningkatkan fisik seseorang. Namun seiring berjalannya waktu, kedudukan pencak silat bukan hanya sebagai aspek latihan fisik tetapi saat ini sudah berkembang menjadi pembelajaran dalam membentuk karakter disiplin, religius, pemberani, toleransi dan karakter mulia lainnya," jelas Sekda Bambang.
Lanjutnya, dijadikannya pencak silat sebagai mulok utama merupakan salah satu langkah serius pemerintah kota untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan ciri khas daerahnya. Oleh sebab itu pengembangan mulok dalam kurikulum harus diperhatikan secara saksama.
"Jadi bukan hanya sekedar ditetapkan pelaksanaannya yang penting gugur kewajiban, saya tidak berharap seperti itu. Kesatuan pendidikan harus berkomitmen dalam menyusun standar kompetensi, dan kompetensi apa saja yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta urgensi sosial", ujar Bambang.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan bahwa mulok pencak silat berlaku wajib untuk semua pendidikan tingkat dasar, baik negeri maupun swasta. Bahkan pihaknya juga telah menggandeng IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Kota Tangsel untuk menyiapkan tenaga pelatihnya.
"Sekolah SD negeri maupun swasta berjumlah sekitar 320 sekolah. IPSI sudah siap cuma tinggal pelatihnya agar dipenuhi dan tersertifikasi . Silat itu banyak perguruannya, dengan silat ini jadi mulok, maka harus sama dan seragam proses pembelajarannya," jelas Kadisdikbud Deden. (Advetorial)
Tonton Berita Menarik Lainnya Di Sini