Ikhtiar Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Lakukan Berbagai Upaya Strategis

Ikhtiar Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Lakukan Berbagai Upaya Strategis
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat meninjau lokasi TPST di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren beberapa waktu lalu. (Dok. Foto: Diskominfo & Humas Kota Tangsel)
Ikhtiar Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Lakukan Berbagai Upaya Strategis
Ikhtiar Atasi Sampah, Pemkot Tangsel Lakukan Berbagai Upaya Strategis

Reporter: Rilis/Adv | Editor: ridwanshaleh

TitikKataPariwara - Sampah menjadi persoalan yang cukup serius bagi masyarakat perkotaan. Tak terkecuali bagi Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, diperkirakan ada 1000 ton sampah yang harus dibersihkan di kota ini. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel harus berjibaku untuk membersihkannya.

Beragam upaya pun dilakukan untuk mengatasi persoalan yang cukup serius ini. Mulai dari kampanye sadar sampah kepada masyarakat dengan memberikan support agar mereka mau membentuk bank sampah di lingkungan kawasan tempat tinggal masing-masing, juga membuat regulasi berupa aturan tentang Pengurangan Penggunaan Wadah atau Kantong yang Berbahan Plastik yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 83 Tahun 2022.

Dikutip dari siaran pers Pemkot Tangsel pada 22 April 20024, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan bahwa persoalan sampah saat ini merupakan tanggung jawab dan masalah yang harus diatasi secara bersama-sama.

“Penanganan sampah merupakan persoalan yang serius, yang harus mendapatkan perhatian dari kita semua,” ucap Benyamin.

Karena itu, kata Benyamin, diperlukan adanya upaya untuk penanganan jangka panjang berbasis teknologi ramah lingungan, dan untuk jangka pendek perlu kerja sama dari seluruh pihak terkait, baik yang ada di dalam Kota Tangsel maupun dengan daerah lain termasuk pihak-pihak swasta yang memiliki fasilitas dan menyediakan jasa pengolahan sampah untuk menyelesaikan masalah timbulan sampah di Kota Tangsel yang mencapai kurang lebih 1000 ton per harinya.

“Upaya pengelolaan sampah dengan mewujudkan teknologi berbasis ramah lingkungan sesuai amanah Perpres 35 tahun 2018 juga terus berproses dan memiliki progress yang signifikan setelah selesainya studi kelayakan dilanjutkan untuk segera mencari badan usaha sebagai investor yang siap membangun fasilitas dengan skema kerja sama. Untuk jangka pendek saat ini, Pemkot Tangsel juga tengah berupaya melakukan kerja sama dengan berbagai sektor, salah satunya pihak swasta. Kerja sama itu sebagai alternatif agar sampah di Tangerang Selatan dapat tertangani segera,”

"Kami sedang mempersiapkan administrasi untuk kerja sama dengan perusahaan atau pihak swasta. Mudah-mudahan hal tersebut bisa lancar," terang Benyamin.

Selain itu, kata Benyamin, upaya lain yang dilakukan adalah membuka komunikasi dengan Pemerintah daerah lain seperti ke Kabupaten Lebak, Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor secara intensif, contohnya dengan memanfaatkan TPST Lulut nambo di Bogor milik Provinsi Jawa Barat, kita sudah bekerjasama bahkan kemungkinan rencana adanya TPA Regional milik Provinsi Banten.

"Kami juga terus dialog dan menjalin bekerja sama, dan terbaru kami sedang membahas dengan Provinsi Banten dalam pembahasan pengelolaan sampah TPST Regional," katanya.

Sebagai kota yang maju, pihak Pemkot Tangsel juga sudah mengatasi sampah dengan teknologi terbarukan. Salah satunya dengan menghadirkan teknologi incinerator di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pondok Aren.

“Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus berupaya mengelola sampah dengan baik, melakukan beberapa upaya, di antaranya dengan penerapan incinerator. Kita sudah punya incinerator di Pondok Aren,” beber Benyamin.
 
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, mengaskan bahwa, Pemkot Tangsel telah mefasilitas pengolahan sampah berteknologi hydrodrive incinerator yang dibangun dengan teknologi ramah lingkungan, dan telah diterapkan di salah satu TPST di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren.

"Saya rasa kalau memang ada lahan-lahan nanti ke depan kita maksimalkan menambah pembangunan incenerator, ini dievaluasi dulu, kita lihat hasilnya seperti apa kalau bagus kita tambah lagi," ujar Pilar saat meninjau lokasi TPST di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren beberapa waktu lalu.

Menurut Pilar, dengan teknologi ini, sampah dapat diolah 60 ton per hari. Sehingga dinilai efektif untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Tangsel.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, juga menyampaikan, bahwa pihaknya terus mengkampayekan serta mengudaksi masyarakat Kota Tangsel agar lebih peduli dengan pesoalan sampah yang kian rumit.

“Salah hal yang dikampanyekan kepada masyarakat yaitu, agar mereka mau melakukan pilah pilih sampah, dan memanfaatkan keberadaan Bank Sampa yang sudah aktif beroperasi di lingkungannya masing-masing,”

“Mudah-mudahan keseriusan Pemkot Tangsel dalam menanggulangi sampah di kota ini bisa menjadi pelecut bagi teman-teman atau saudara-saudara kita di lingkungan, maupun di beberapa komunitas untuk lebih peduli akan sampah. Kita tidak akan jenuh dan tidak bosan-bosannya mengkampanyekan, mengimbau, mengajak seluruh lapisan warga masyarakat di Tangerang Selatan agar tetap peduli dengan persoalan sampah yang menjadi masalah kita bersama ini," pungkas Wahyunoto. (Advetorial)


Tonton Berita Menarik Lainnya Di Sini

Bagikan: