Reporter: Rilis/Adv | Editor: ridwanshaleh
TitikKataPariwara - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Pusat Studi Agama dan Demokrasi (Pusad) Paramadina menggelar pelatihan pengelolaan media sosial (medsos).
Acara pelatihan pengelolaan medsos bertajuk membangun narasi positif untuk menangkal hoaks dan hasutan kebencian di Tangerang Selatan itu, digelar di Ruang Lengkong, Puspemkot Tangsel pada Senin minggu lalu, 13 Maret 2024.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kota Tangsel, Tb. Asep Nurdin yang berkesempatan hadir pada acara tersebut, mengatakan pelatihan ini sebagai bentuk komitmen Diskominfo Tangsel dalam memberikan pemahaman mengenai literasi digital.
"Termasuk bagaimana kita bisa membedakan apabila informasi-informasi yang beredar tidak sesuai dengan sebenarnya," ujarnya.
Hal ini penting, karena di era kemajuan teknologi yang begitu cepat, interaksi tidak lagi mengenal ruang dan waktu.
"Apalagi hoaks itu bisa menimpa siapa saja, jadi kita harus menyiapkan langkah antisipasi dan penanganannya," ujarnya.
Ia meyakini apabila narasi-narasi positif yang terus disampaikan melalui media sosial akan menjawab berita-berita yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Hal senada juga disampaikan Husni Mubarok dari Pusad Paramadina. Ia menerangkan, pelatihan ini dibutuhkan untuk membangun narasi-narasi yang menyejukkan terutama di platform media sosial.
"Seringkali kita justru terbawa emosi, karena narasi yang dibangun mengandung unsur kebencian di dalamnya," ucapnya.
Oleh karena itu, kita semua harus dibekali secara bersama kemampuan untuk menjawab, maupun mengklarifikasi apabila ada berita bohong yang menyerang instansi kita.
"Hoaks itu bisa dialami siapa saja, dan bahayanya kebohongan yang diceritakan satu kali adalah kebohongan. Tetapi, kebohongan yang diceritakan ribuan kali, akan menjadi kebenaran," pungkasnya. (Advetorial)
Tonton Berita Menarik Lainnya Di Sini